Tujuh Kunci Kenyamanan Perkawinan

Pertama, Perkawinan ialah Amanat Allah SWT, maka jagalah benar-benar Allah itu sekuat-kuatnya beserta seteguh-teguhnya, karena setan hendak berusaha dengan seribu satu versi teknik untuk menghancurkan perkawinan tersebut.

Inilah cobaan terberat berarti (maksud) aktivitas, mejaga jujur Allah SWT dalam patron perkawinan, lalu ini memang tak gampang, banyak sekali badan yg batal mempertahankannya, lantaran setan kemudian belaka menggoda pasangan suami jodoh untuk terlena kedalam kaki bukit yang disakiti dina, yang ujung-ujungnya perceraian.

Maka tempo-tempo dijumpai partner suami istri lalu cuma digoda alias terpesona sang daerah disekitarnya, cantik yg mampu berbobot jagat nyata maupun dunia maya, ini banyak terjadi sebab hubungan social, FB, Twitter dengan lain sebagainya, suami istri sanggup bubar. Setan benar punyak banyak sekali gaya agar suami kawan hidup pisah awut-awutan.

Itulah sebabnya bantuan Allah SWT wajiblalu menerus dipanjatkan kepadaNya, karena tanpa pertolonganNya partner suami teman hidup tidak bertahan durasi, mampu putus pada tengah cara, lagi itu tidak pandang umur perkawinan, bukan terdapat uang muka yang sudah berkurun-kurun lantas tahan.

Kedua, Perkawinan merupakan Sunnah RosulNya yg wajibmasin lidah yg harus dituruti perasaan mempunyai bersama bertanggung jawaban tentang keutuhan rumah tangga, atas nama terciptanya panji-panji Illahi.

Perkara yg satu inipun tidak mudah, memang sunnah rosulullah, namun kerena duduk perkara aktivitas yang sesekali problematis berawal segi ekonomi, social, tradisi dan lain sebagainya, berjibun sendiri yg bukan pernah menjalankannya, lebih-lebih ada yang tiba penghujung hayatnya daim membujang, tidak tak hendak menjalankannya, akan tetapi berbagai factor menghambatnya mendatangi kepelaminan.

Maka jatah yg telah berumah tangga, yang telah melancarkan sunnah rosulNya harus lantas menerus dipelihara, beserta-dengan setan berada pada seputar kandang tangga tadi, tornado yang berlangsung dalam sebuah kandang tangga adalah sesuatu yang benar-benar disukai oleh setan laknatullah, semakin tak sumringah sebuah sangkar tangga, setan semakin gemar, lantaran berarti (maksud) kurungan tangga yang tidak ceria merupakan pintu terbanyak yg memperoleh dimasuki sang setan jatah menghancurkan kurungan tangga tadi, dan sampai-sampai waspadalah.

Ketiga,  Perkawinan ialah perahu sangkar tangga yg meluncur di lautan hayat yang sungguh-sungguh besar, menghadapi ombak kehidupan menuju Pantai Illahi Robbi yang cukup ridho lagi diridhoiNya.

Perkara yg ketiga inipun, bukan main susahnya, mendatangi Pantai Illahi Robbi, pantai yg cukup lalu keamanan, ketenangan, keguyuban, penuh ridho beserta ampunanNya, bagi sebuah kandang tangga di era yg obrolan badan zaman edan ini, betul-betuldominan sangat godaannya, dengan repotnya pukulan tadi terdapat di sepanjang jalan denyut sangkar tangga, andaikata tidak pintar -cerdik meniti buih di tengah aliran lautan  aktivitas ini, bisa belaka biduk kandang tangga celaka awut-awutan ditimpa tornado yg dasyat.

Pantai Illahi Robbi merupakan ruang yg sarat dengan tamparan, batu ujian, halangan, batu sandungan bersama lain sebagainya, ini harus dilewati oleh pasangan suami jodoh, yang bermula awalnya benar sudah pernah tikai, apik watak, sipat, perbuatan, gaya celotehan dan lain sebagainya. Maka apabila yg ditonjolkan yakni perbedaannya, ini biang komplik! Yang dicari merupakan umpama-analogi, betapapun kecilnya.

Tidak gampang memang, tapi bukan berarti bukan mampu! Niat yg tulus ikhlas berbobot berumah tangga merupakan kunci penting atau bahtera yg teguh jatah lalu berlayar berbobot lautan yang lega mendatangi pantai kedamaian yg sudah pernah disediakan bagi suami kawan hidup yg sholeh beserta sholeha,suami teman hidup yg berakidah lalu bertaqwa kepadaNya dengan terus menerus menjaganya sampai akhir hayat.

Kempat, Perkawinan adalah simpul yg betul-betulkuat, lantaran diikat eksklusif oleh Kalimat Illahi yang bersepakat dobel hati, rangkap kepala sebagai satu batin (hati) bahtera rumah tangga, dimana oleh suami menjadi kapita kurungan tangga beserta sang jodoh mendampinginya.

Dengan perkataan Illahi suami kawan hidup yang sebetulnya dobel insan yang berbeda satu menyamai lain, diikat atau disatukan berarti (maksud) kandang tangga, bersama seperti itu kelompok ini tak asal-asalan, lantaran ikatannya berupa kembar kalimat syahadat yang diucapkan detik ada janji Kabul diantara keduanya. Dengan kelompok syahadat ini suami kawan hidup terus diingatkan untuk terus menerus memperbaharui keyakinan masing-masing.

Karena keyakinan semacam gerak aliran, adakalanya terbit, adakalanya jatuh, ini memang menjadi cap keyakinan manusia awam. Keimanan malaikat tetap, tegak selanjutnya. Keimanan para rosul muncul selanjutnya, padahal keyakinan setan jatuh lantas. Jadi religiositas insan, batin (hati) bidang ini suami istri,  mampu diantara keagamaan yg cukup dan gerak, bersama gelora itu mampu jatuh bersama bisa terbit.

Untuk itulah sepasang suami kawan hidup harus lalu menerus saling memperingatkan satu menyerupai lain, agar kumpulan perkawinan tersebut tidak terhenti di antara jalan. Untuk itu andaikata tercermin keimanan suami biar kendor, sang istri tentu mengingatkan, serupa itu jua sedang andai keimana teman hidup merosok karena batu ujian atau tamparan, oleh suami yakin mengingatkan. Jadi kunci saling memperingatkan diantara suami jodoh itu pokok.

Kelima,  Perkawinan artinya Taman Illahi, tempat mengembangkan, bercerita, bercengkrama, bercinta beserta berkasih cinta jarak suami teman hidup bersama penuh kesudian, ketenangan, ketabahan dengan fakta.

Di Taman Illahi ini, sawah yang dibangun berupa kandang tangga ini, yakni kamar yg amat indah batin (hati) kehidupan di dunia, lantaran bukan terdapat kejelitaan dunia yang dapat mengalahkan istri yang sholeha. Nah jodoh yang sholeha sekiranya berada batin (hati) sangkar tangga yg rukun,  mawadah, warokhmah yaitu taman yg benar-benar indah, yg cipta suami kerasan tinggal pada dalamnya.

Taman Illahi ini benar tidak asal-asalan, kebun ini menjadi menawan andaikata diisi oleh suami istri lagi anak yg semua tunduk dengan taqwa pada Allah SWT. Rumah tangga yg penuh denga tanggap iba saying, saling cintai mengasihi,  layak beserta menghadiri lagi ketahanan, maka dengan sendirinya kebun itu sudah pernah terbentuk. Dan uniknya taman ini bukan lantaran barang duit barang, namun congah bersama hati yang lapang.

Harta bukan segalanya, namun bagi suami jodoh yang dapat memenuhi sawah-ladang tadi dan cukup senyum, tawa, mengembangkan beserta saling nasehat menasehati batin (hati) ketabahan, maka doku tak satu-satunya factor keamanan.

Keenam, Perkawinan merupakan Karunia Illahi yang diberikan pada mereka yg hendak berbagi pada sesamanya dalam senang kendati lara, bersama yang berusaha paksa egonya orang demi keguyuban lagi.

Karunia Illahi ini betul-akurat terasa jatah sejodoh suami istri, karena badan-perseorangan yang beribadat andaikata melangsungkan pernikahan sebelah agamanya sudah berhasil, bersama ini kemampuan yg betul-betuldominan yg telah diberikan pada sejodoh suami jodoh. Lantaran benar tidak seluruh perseorangan menerima kebolehan yang besar ini.

Hebatnya lagi karunia Allah SWT ini nampak konkret saat melakukan darma suami istri dan itu mendapat pahala! Coba itu, melangsungkan tugas suami istri itu menemui pahala, surgaglobe itu diberikan dalam sepasang suami istri, halal lagi berkah! Dan bagian tadi tidak berhasil dilakukan oleh orang-pribadi yang masih bujangan, jangan lupa yg halal.

Ketujuh, Perkawinan yaitu Lembaga Illahi yg menaungi jiwa raga suami, istri dan bocah, apabila tercipta marga yang rukun, marga yang layak ridho beserta ampunanNya, dinasti yg pas lindungan lagi rakhmatNya.

Yang terakhir ini yakni forum yang sangat cantik jatah memandu insan-insan yg menyembul dalam kerabat, karena kerabat adalah lembaga social terkecil, namun yg amat utama beserta segar bagi mendidik anak-anak selaku angkatan era depan, yang  tak hanya melanjutkan terjadinya penyegaran berisi rumah tangga, pula pergantian bagi masyarakat, marga, negeri bersama kepercayaan .

Dengan seperti itu forum Illahi yg sudah pernah terbentuk berbobot sebuah rumah tangga harus lalu menerus dijaga keutuhannya, karena berarti (maksud) rumah tangga inilah tepercaya Allah di berikan kepada sejodoh suami teman hidup. Amanah Allah ini harus dijaga, dipelihara supaya daim pada cara yang dirihoiNya. Jalan yang layak ridho lagi ampunanNya.